PPKM DARURAT COVID-19
Pada
kesempatan yang mulai ini, mari senantiasa kita meningkatkan ketakwaan pada
Allah ﷻ. Definisi takwa sendiri adalah:
امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابُ
نَوَاهِيْهِ سِرًّا وَعَلَانِيَّةً ظَاهِرًا وَبَاطِنًا
Yakni melaksanakan segala perintah Allah ﷻ dan menjauhi segala larangan-Nya baik
dalam keadaan sepi maupun ramai, lahir dan juga batin.
Jangan sampai ketakwaan yang kita miliki
karena ingin dilihat dan dipuji orang lain. Menjalankan perintah Allah dan
menjauhi larangannya harus benar-benar ikhlas dilakukan karena Allah ﷻ. Pentingnya untuk terus memperkuat
dan meningkatkan ketakwaan inilah yang menjadikan para khatib shalat Jumat
wajib untuk mengingatkan jamaah, wabil khusus khatib sendiri tentang ketakwaan.
Mudah-mudahan kita akan terus bisa menjaga ketakwaan dan juga keimanan pada
Allah ﷻ baik di saat suka maupun duka. Ketika iman
dan takwa sudah menancap pada diri kita, maka ini akan mendatangkan ketenangan
dalam jiwa, karena kita yakin Allah-lah yang berkehendak atas takdir baik dan
buruk dalam kehidupan manusia.
Di tengah duka yang menyelimuti seluruh
penjuru dunia dengan maraknya Covid-19, penyakit yang diakibatkan virus
SARS-CoV-2, kita harus terus meningkatkan iman dan imun kita dengan menerapkan
protokol kesehatan dan juga berdoa kepada Allah, semoga wabah ini segera
berlalu. Apalagi saat ini, bukannya mengalami penurunan, kasus positif Covid-19
belakangan ini justru sedang mengalami lonjakan di Indonesia. Kondisi ini harus
disikapi serius oleh seluruh elemen bangsa dengan tidak lengah dan tidak lelah
dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai kita menjadi bagian dari
individu yang membuat diri kita dan orang lain masuk dalam kesengsaraan. Allah ﷻ berfirman dalam QS Al-Baqarah: 195:
وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى
التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Dan janganlah kamu jatuhkan (diri
sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah.
Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Kita perlu menyadari bahwa pandemi Covid-19
yang melanda di seluruh penjuru dunia ini harus dihadapi bersama yang dimulai
dari setiap individu. Akan tidak berguna ketika pemerintah mengingatkan untuk
senantiasa menerapkan protokol kesehatan namun hanya sebagian orang yang
melaksanakannya, sementara yang lain bersikap abai. Sikap abai ini tidak hanya
mengancam kesehatan dirinya tapi juga mengancam keselamatan orang lain.
Memang kita semua merasakan bahwa penerapan
protokol kesehatan yang selama ini kita lakukan sangat melelahkan. Berbagai
kegiatan yang biasa dilakukan secara normal, harus dibatasi dengan penerapan
new normal atau tatanan baru kehidupan yang tidak biasa kita lakukan. Ditambah
lagi, sesuatu yang kita hadapi tak tampak dan terlihat oleh kasat mata yakni
makhluk bernama virus. Sementara kita juga sudah melakukannya lebih dari satu tahun
dan berakibat pada lemahnya banyak sektor kehidupan seperti ekonomi,
pendidikan, dan terutama kesehatan. Namun hal ini tentu jangan sampai
mengendorkan ikhtiar kita untuk menyelamatkan diri dan orang lain. Allah ﷻ telah mengingatkan kepada kita untuk senantiasa
memelihara kehidupan ini dengan baik yang dimulai dari diri kita. Allah ﷻ berfirman dalam QS Al Maidah ayat 32:
وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا
النَّاسَ جَمِيْعًا
Artinya: “Barang siapa memelihara kehidupan
seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua
manusia”.
Perlu kita sadari dan waspadai bahwa saat ini
virus Corona sudah mengalami mutasi menjadi berbagai macam varian. Di antaranya
yang saat ini sedang mewabah di Indonesia dan mengakibatkan lonjakan kasus
positif Covid-19 adalah yang berasal dari India, atau dikenal sebagai varian
Delta. Menurut para ahli, varian ini memiliki karakter lebih cepat menular dari
sebelumnya. Sampai dengan pertengahan Juni 2021, sudah lebih dari dua juta
orang di Indonesia terpapar Covid-19 dengan lebih dari 50 ribu orang meninggal
dunia. Atas kondisi ini, pemerintah pun sudah mengambil berbagai macam
kebijakan demi kebaikan yang semestinya kita ikuti dan taati.
Kita harus mengaca kepada negara-negara yang
kasus Covid-19-nya tidak bisa terkontrol sehingga terjadi kepanikan dalam
menghadapinya, seperti yang terjadi di India. Jangan sampai kejadian tersebut
terjadi pada diri kita sehingga diri kita dan orang-orang yang kita cintai
masuk dalam kesengsaraan dan meninggalkan kita. Kondisi lonjakan Covid-19 di
Tanah Air ini tentu tidak boleh terus-menerus memburuk dengan ketidakpedulian
kita. Semua orang harus bahu-membahu menjaga diri dengan senantiasa menerapkan
5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan menjaga
jarak serta mengurangi mobilitas pekerjaan.
Penerapan prokes ini juga jangan sampai
sebagai formalitas belaka dan tidak diterapkan dengan sungguh-sungguh.
Mari optimis, kita bisa melewati situasi yang berat ini dengan baik melalui
ikhtiar lahir dan batin. Doa dan mendekatkan diri pada Allah harus terus kita
panjatkan karena Dia-lah yang menciptakan virus ini dan Dia-lah yang akan
mengangkat virus ini dari bumi. Semua yang terjadi ini adalah atas kehendak-Nya
dan kita harus mampu menghadapinya agar situasi sulit ini bisa berubah kepada
kondisi yang lebih baik. Allah berfirman: ا
ِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ
حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ
سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan
mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka
sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak
ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (QS
Ar-Ra’du: 11).
Yakinlah, akan ada hikmah yang mulia dari
hadirnya pandemi Covid-19 ke dunia. Yakinlah bahwa Allah memberi ujian berat
ini sesuai dengan kemampuan kita. Allah berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
Artinya: “Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari
kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya.” (QS al-Baqarah: 286).
Demikianlah pentingnya untuk saling menjaga
diri di tengah pandemi ini. Mudah-mudahan Allah memberkahi. Amin
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ